SURABAYA, KOMPAS.com - Di sebuah rumah sederhana di Desa Jangkar, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, Madura, Masruro (28) duduk dengan tenang sambil sesekali melirik putranya, Ibnul Karim (7), yang sedang bermain di sudut ruangan.
Tatapan matanya menyiratkan kewaspadaan yang tidak pernah padam, sebuah insting yang terbentuk selama lima tahun belakangan sejak putra kesayangannya pertama kali mengalami kejang.
Baca Selengkapnya